Mini pizza bites wanna be

Kepincut ama resep Mini pizza bites di blognya mba hesti. Kayaknya seru bikin pizza sendiri. Selama ini, saya pakai dough siap pakai. Simple right?!

Tapi entah kenapa, tuh resep seakan melambai lambai ngajakin dicoba di dapur….hahahahha…. awalnya nyalin resepnya di kertas. Pas ditulis, hmm…. simple juga ya bahan bahannya. Mulailah ngeliat stok bahan bahan. Ada semua, dan mulai deh nyali coba cobanya membara…. :))

Bikinnya sengaja nungguin kakak athaya pulang sekolah, soalnya nduk gede ini suka banget ngriwuki. Selain itu athaya udah bisa temenin adiknya main. Jadi saya bisa sedikit terbantu, dan bisa mulai bereksperimen.

Begitu adonan udah terfermentasi, barulah panggil pasukan…. tanpa disuruh, athaya dengan cepat bilang, “Sini bun, kakak bantuin” . Mulai dari nimbang adonan sampai ngasih topping athaya yang ngerjain, bundanya ga boleh ikut campur. Jadi jangan herran kalau toppingnya semau maunya dia.

image

Lalu mana aliyya….?
Aliyya diberi kesibukan lain biar ga ganggu. Awalnya asik ketika dibiarkan makan sendiri. Lama lama bosan juga dia, sampai akhirnya main kursi.

image

10-15 menit kemudian…. mari kita berpesta anak anak…

image

Mini pizza hari ini lebih mirip roti pizza karena ngembang…hihihi.. jadi aliyyq juga bisa ikut makan…

image

Dan yang ini buat saya….

image

Puas rasanya, meskipun dapur berantakan :))

9th January,

Hari ini genap 1 tahun usiamu Nak. Lagi lagi, bunda merasa waktu ini berlalu begitu cepatnya. Detik ini setahun yang lalu, bunda merasakan bahwa waktu tak berputar. Frozeen. Deg deg-an.
Karena dokter menyatakan kamu jitteriness. Kemungkinan karena gula darah rendah. Keinginan untuk memelukmu menjadi penantian yang sangat panjang….

Alhamdulillah, semua terlewati dan menggoreskan kenangan indah yang tak terlupakan bagi kita. Melewati semua fase satu tahunmu adalah karunia terindah nak. Melihat pertama kali balik badan, melihat pertama kali tertawa, melihat pertama kali merangkak, melihat pertama kali duduk, melihat pertama kali ngoceh, melihat pertama kali bediri sendiri. Dan sekarang bunda sedang menunggu untuk melihatmu pertama kali melangkah…..

Tetap semangat ya Nak, kamu adalah ilmu bagi bunda. Happy birthday Aliyya….

View on Path

6th January, 2014

Bunda, kapan sih kakak umur lima tahun?”, pertanyaan Athaya yang sering dia tanyakan akhir-akhir ini.

“Ya nanti tanggal 6 januari”, jawab saya.

“Lama banget sih buuun…. temen-temen kakak semuanya udah umur lima tahun lhoh bun. Kakak lama banget ya umur lima tahunnya?”

Hahahhah….. begitulah Athaya yang sibuk pengen umur 5 tahun. Saya tahu mengapa pertanyaan ini muncul…. dapat dipastikan karena hampir setiap minggu, Athaya pulang sekolah sambil membawa bingkisan ulang tahun dari temannya yang sedang ulang tahun ke-5. Hehehheh makanya dia pun ingin segera berumur 5 tahun seperti teman-temannya.

Ya, hari ini usiamu genap 5 tahun, Nak….. Tidak terasa, waktu cepat sekali bergulir. Kita melewati 1825 hari bersama, dengan beragam warna. Ada tawa, marah, sedih, kecewa. Maaf, jika bunda tidak selalu menemani hari-harimu dengan senyuman ya…..

Terima kasih telah mengajari bunda banyak hal, terima kasih telah mengingatkan bunda dengan celoteh celotehmu. Terima kasih telah menjadi kebanggaan aiya dan bunda. Dan yang terpenting, terima kasih telah menemani hari-hari aiya dan bunda…. terima kasih Athaya. I love you Athaya….

Dan….. I love you too, aiya….. semoga keberkahan senantiasa mengiringi di sisa umur aiya…. terima kasih, telah menjadi bagian dari hidup bunda…. :*

image

Selamat ulang tahun, Nak. Selamat ulang tahun aiya…… doa terbaik selalu bunda panjatkan dalam setiap doa bunda…. I love you….

Water science experiments

Holaaa…..

Judul postingan kali ini tampak serius, heheheheh….. aslinya cuma mengingat ingat pelajaran jaman SMP. Pagi ini, saya harus mengalihkan perhatian si sulung athaya yang maksa banget sekolah karena sedang berenang bersama. Yap, berenang memang hobinya. Emm… air memang sangat menarik perhatian anak anak yaa….

Bukannya saya tidak mengijinkan dia berenang dengan teman teman sekolahnya, tapiiii…. athaya baru saja turun demamnya semalam. Rasanya ga mungkin saya membiarkannya nyebur ke dalam kolam hingga berjam jam. Bisa jadi demam episode kedua nanti *elap keringet*

“Kita berenang di bak adik yuk, pakai air panas?”. Biasanya jurus ini manjur kalo dia lagi males mandi.

“Aaaah…. itu ga berenang bun. Itu berendem. Ga mau, kakak maunya berenang sama temen temen.”

“Yaa…kakak kan baru aja turun panasnya nak….nanti panas lagi gimana?”. Mikirin rayuan selanjutnya. ” eemmm…. gimana kalo bunda anterin berenangnya… tapi kakak dipinggir kolam aja ya…”

“Aaah…bunda…itu mah bukan berenang namanya”.

Hihihihi…. ga ketipu juga nih anak. “Emmm….. kita main sulapan yuk. Kita siapin ya bahan bahannya.”

Eh, dia langsung sumringah. Yuuuk mari…. padahal rumah udah kaya kapal pecah. Udah hampir sebulan gada ART… yaah yang penting happy laaah…. *menghibur diri*. Apalagi liat quote iniih…..hahahha

image

Back to the experiment. Mulailah kita siapin bahan bahanya :

image

- 2 gelas kaca. Dalam hal ini saya pakai tempat ASI wideneck 200ml
- pewarna makanan
- garam
- air
- kertas. Kalau bisa yang kaku tapi tipis. Saya pakai bekas kertas undangan.

How to :
1. Isi masing masing gelas dengan aiy yang hampir penuh

image

2. Tuang 1 sdm garam ke salah satu gelas. Lalu berikan pewarna, athaya memberinya warna kuning

image

3. Gelas tanpa garam, bisa dikasih pewarna, bisa juga tidak. Kali ini athapun memberinya warna biru.
4. Tutup gelas tanpa garam dengan selembar kertas kaku. Balikkan gelas dan taroh diatas gelas dengan garam. Pastikan posisinya tepat.

image

5. Tarik perlahan kertas kaku tadi. Tattaaaaraaaa…. bukan sulap bukan sihiiir…

Sebelum bagian itu, saya melakukan 3 kali percibaan. saya siapkan 3 pasang gelas. Yang pertama percobaan air dengan air. Dan hasilnya, athaya bisa menebak bahwa air akan jadi warna hijau.

Percobaan kedua, air dengan air garam. Air garam berada diatas. Athaya menebak, bahwa air juga akan tercampur dan menjadi hijau. Lucky her! Dia benaaar…..

Naah, percibaan ketiga barulah percobaan air garam berada dibawah. Athaya dengan pedenya bilang ” ya kecampurlah bun..” sambil mulai bosan..haahhaha…. begitu dia melihat hasilnya. Dia teriak

“Wooooow…bunda hebaaat!”. *blushing*
“Kok ga kecampur bun?”

“Hahahahaha ya bisa kak…kenapa hayoo??”

“Karena ada garemnyaaaa……”

“Iyaaa betuuul…karena air garamnya ada dibawah”

Untungnyaaa dia terlalu terkesima dengan experiment terakhir, jadi pertanyaan stop sampe disitu. Akan susah bagi saya menjelaskan bahwa itu terjadi karena massa jenis air asin lebih berat dibandingkan air. Betul tidaak?

Yaaa siap siap…garem habis, karena mau lagi lagi dan lagiii…..

image

Sambel Roa

Bermula dari foto foto panganan yang beredar di grup. Akhirnya terpancing juga untuk ikutan pesen ika roa. Meskipun, belum ada bayangan gimana cara ngolahnya dan kapan. Kata suamisaya, udah pesen aa ga usah kelamaan mikir.

image

Hohoho… menggiurkan bukan? Dan benar baru hari kesekian setelah ikan itu sampai ditangan saya. Ikan itu tetep nangkring dengan manisnya di bambu bambu. Sampai akhirnya suami yang ngalah untuk mindahin ke piring. tengkyuuu aiyaaa :*

Berbekal hasil browsing, sayapun segera mengeksekusi ke duapuluh ikan roa. Malu ama suami kl harus menunda lagi… heehhe. Resep aslinya bisa dilihat disini. Tapi saya ngga mau ribet, yang tertulis ditumbuk saya masukkan ke chopper. Yang tertulis dihaluskan saya blender. Pokoknya saya memaksimalkan kerja blender dan chopper….sayamg udah beli ga dipake hehehe… Teruus… resepnyapun saya sesuaikan dengan stok yang ada didapur… jadi beginilah sambal roa ala saya

image

Sambel Roa

Bahan :
20 ekor ikan roa asap. Buang kepala, ekor dan durinya. Hancurkan dengan chopper
40 biji cabe rawit merah
2 genggam bawang merah. Hancurkan chopper
2 siung bawang putih
4 buah tomat. Hancurkan dengan chopper.
1 ruas jahe
2 sdt garam
1 sdt gula pasir
250 ml minyak sayur

Caranya:
1. Blender bawang putih, jahe dan cabe rawit.
2. Tumis bawang merah sampai layu. Kemudian masukkan bumbu halus. Tumis hingga harum.
3. Masukkan tomat,tumis hingga tomat layu kemudian masukkan ikan roa sambil terus diaduk.

Tattaraaaa…jadilah sambal roa. Maknyuuus… pas dimakan sama nasi anget dan suasana ujan begini…. hohohoho…. lupakan kl aliyya alergi seafood. yuuuk makan bareeng….