Bukan mulut yang bicara

rasanya sudah lama
tak melihatnya lagi
tak mendengarnya lagi
tak berkata-kata lagi
sehari….
seminggu…
mungkin juga sebulan!

sudut mataku mengekor
pada sebentuk tubuh
berbalut kemeja merah jambu
liuk tubuhnya membongkar tumpukan memori
yang tersimpan di tempurung kepalaku

sehari…
seminggu….
sebulan
mungkin sudah setahun yang lalu!

aku masih mengingat dengan baik…
tak terlupakan

sesaat mata kita beradu
mataku dan…. ya matanya….
ada kata yang terbersit

‘apa kabarmu’
atau
‘kau baik baik saja’
atau
‘aku rindu kamu’
atau
‘aku ingin kau bicara padaku’

aku menunggu
semua itu keluar dari mulutmu
agar aku tahu pasti arti tatapanmu

bicaralah!

tapi tidak….
kata itu tak kudengar
kata itu tak keluar
hingga malam menjelang
dan pagi datang

12 thoughts on “Bukan mulut yang bicara

  1. hayoooo ketemu sapa? kalo isi puisi itu pengalaman pribadi bukan siy ya.. aku ko ga bisa bikin puisi yang itu menggambarkan pengalaman orang lain ya:D
    Proaktif Za! Bicaralah pliis..
    with luv,
    Maya

  2. meskipun….
    meski ke negri manapun kau singgah…

    tak lelah kumenanti..
    akhirnya….
    ujung cerita kau sampai juga ke hatiku…

    *waaa!** /gubrak-gubrak dagdug/
    suara tendangan Za (tanpa bayangan)
    heheeheee… :p (geer bangeth gue nek?)

    hai Za, Salamu’alaikum
    apa kabar….
    jujur, gue banyakan kacaunya
    maka, maavin gue deh.
    please.. please
    *pasang muka kiyuut*

    nah…
    terus mana ni kue lebaranna ??
    *gubrak-gubrak***~~
    –belum kapok juga nie–

    salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s