Bapak yang terhormat

Bapak yang terhormat,
Akhirnya, anda datang
Menginjakkan kaki di rumahku
Yang aku sendiri belum pernah kesana

Bapak yang terhormat,
Aku kecewa dengan bapakku
Yang menyambut anda
Dengan cara seperti ini…
Harusnya bapakku
Tidak perlu berlebihan
Anda sama seperti kami kan?
Manusia yang makan nasi…
Eh, maaf…..anda makan roti ya Pak…
Tapi, bukan karna anda makan roti
Lantas anda jadi istimewa, bukan?

Bapak yang terhormat,
Hanya karna anda datang
Bunga teratai yang ada ditaman
Dibuang demi helipad anda
Ribuan adik adikku
Libur demi keamanan anda
Ratusan sodaraku
Tak berdagang demi kenyamanan mata anda

Bapak yang terhormat,
Bersikaplah baik selama anda di rumahku
Tersenyumlah dengan tulus
Dan berkatalah dengan jujur
Jangan kau bermanis manis di depan bapakku
Karna di luar rumah ini
Ada ratusan orang menunggu anda juga
Yang ingin menyaksikan kedatangan anda
Tapi bukan untuk memuji anda
Bukan juga untuk menyanjung anda
Jadi jagalah sikap anda

8 thoughts on “Bapak yang terhormat

  1. akhirnya ada link buat komen…
    abis lo umpetin kmnana za???😛
    bapaknya udah pulang za…
    gak pake helipad yg di Kebun raya ternyata..
    buang2 duit ajah😛

  2. Hahahaha, ternyata santet untuk GW BUSH nya ngga sampai yah. Ah nyesel deh yang udah bayar dukun santet huahahahaha.

    ps: Za, sorry baru tak pasang link-nya. *telat banget*.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s