Kawan…

———————————————————————————–
Sebut saja dia kawan….. seseorang yang entah berjenis kelamin apa dia. Perempuankan? Dengan sapuan make-up tipis, baju girly dan aksesoris yang blink blink….. Atau mungkin seorang pria dengan rambut cepak dipadu dengan jeans belelnya…. Oh….aku tidak tahu pasti. Karna mungkin, kawanmu ini mejadi manis seperti bidadari dari khayangan…. dan di waktu yang lain dia seperti Superman yang kuat dan perkasa…… Aku juga tak pernah tau terbuat dari apakah dia…. dari pasir….. yang buyar saat tersiram derasnya hujan. Atau dari batu? Yang tegar dengan kuatnya kucuran hujan…..

Kawan, dengan setia akan menemani setiap lembar kehidupan….. mendengar, mendengar dan mendengar….. mengelap air mata tertumpah disudut mata ini ataupun terbahak hingga tak dapat menahan airmata…. Tangis dan tawa terusung kedalam kehidupanmu. Tak ada yang tersimpan sebagai sebuah rahasia….. selain rahasia antara kau dan dia. Pasti hanya rona bahagia yang kau rasakan….

Take and give. Sebuah pernyataan yang bisa mendasari terjalinnya sebuah hubungan. Tapi apa yang terjadi saat kau merasakan ketimpangan…. huumm, mungkin bukan kali ini kau temui…. tapi sudah dari dulu…. mungkin kau merasakannya. Kau diam dan mencoba tak menjadikannya sebagai kerikil yang melukai suasana hati kalian. Ketimpangan saat berbagi karena kadang kaupun ingin mendengarkan serentetan cerita yang telah dia lalui…. dan itu tak pernah terurai dari mulutnya.. Lantas apa yang kau rasakan? Perasaan senang karena tidak bosan mendengar keluh kesahnya atau justru merasa tak berarti seperti terhempas keluar dari galaksi Bimasakti?


Dan kau pun memilih untuk diam, menunggu dia menyapamu. Melihat berulang ulang handphone yang juga membisu, berharap ada telpon atau setidaknya sms masuk. Atau juga memperhatikan perubahan status di layar messenger dan mencoba memaknai arti disetiap kata yang tercipta. Mungkin diapun memilih diam dan bertanya dalam hatinya “Adakah yang salah denganku?”. Tapi tak ada satupun yang mau mengalah malah mempertahankan sebuah keegoisan.. yang seharusnya terbuang kedasar jurang yang terdalam.


————————————————————————————

Andai saja kau tau….. aku menunggumu untuk sekedar menyapa…. sepele sebenarnya jika harus dipermasalahkan. Tapi aku sudah bosan karna terus mengalah


-Anonymous-

25 thoughts on “Kawan…

  1. bagus-bagus…
    Sebenernya give and take itu adalah pasangan aksi-reaksi. Kalo kita memberi, pastinya kita menerima sesuatu. Masalahnya, apakah yang kita terima itu sesuai sama apa yang kita pengen.
    Hmmm… terkadang kita sibuk berpikir sebelum menyapa. Sibuk berandai-andai apakah seseorang nun jauh disana bisa menerima sapaan kita… aneh memang… tapi ya… begitulah.

  2. “Andai saja kau tau….. aku menunggumu untuk sekedar menyapa…. sepele sebenarnya jika harus dipermasalahkan. Tapi aku sudah bosan karna terus mengalah”
    —-
    Aku ingat cerita tentang orang jepang yg sudah tua, dan selalu berdiri di depan rumah untuk menunggu disapa.
    —-
    Menyapa lebih dulu, bukan berarti kalah. Maju terus za.. pantang mundur.. he he

  3. Pulsa nya habis mungkin za, makana dia ga bisa kirim sms..ato warnet nya tutup jadi dia ga bisa ngerubah status YM nya..transfer dulu sana gih buat ongkos dia ke warnet ato beli pulsa qiqiqiqiqiq

  4. ehm temen…ga tau jg sie, karena gw jg ga tau temen tue harus gimana dan temen gw harus gimana ke gw, manusiawi kalo gw harus slalu ada bwat tmen gw, tp manusiawi jg kalo gw akhirnya berharap sesuatu ke temen gw, meski hanya sepenggal kata yang menyatakan bahwa ” aku adalah teman mu “.
    tp semua ada dikita akhirnya, dan semua berakhir pada kata ” saling pengertian “, sebuah kata yang sangat relatif dan sangat panjang maknanya,
    temen bisa ngebawa kita ke dalam jurang yang tanpa dasar tapi temen bisa jg membawa kita ke dalam Surga yang sangat Indah.

    apakah kita pernah berkata bahwa Aku adalah Teman mu ????
    jawab dalam hati.

  5. za…aq juga pernah mengalami pada posisi itu.
    sedih rasanya…padahal aq hanya ingin dia menyapaku…walo sekali saja, tetapi sepertinya sangat berat baginya untuk menyapaku. mengalah terkadang memang membosankan, tapi percayalah akan membuahkan kebaikan.

    za chantiq, jangan takut kehilangan kawan yaaa…masih ada cici disini🙂

  6. Maksud lo bukan gw kan za… gw kan sohib lu yang paling bawel huehuehehehe…

    Gw juga pernah tuh za, sekarang gw sudah melewatinya dengan santai. Sekarang malah lebih enak keknya kalo gw berbaik hati ke dia tanpa dia sadari hihihi.

    eh, gimana acara kopdaran seri ke-2 kita…??

  7. Aneh ya…
    Herannya gue juga gitu. Gue lebih sering invisible di YM, karena gue berusaha “menahan diri” untuk tidak menghubungi seseorang, personal reason aja. Padahal gue kangen banget ama dia. Kangeeeeennnn… banget!
    Dia sering bgt online di YM, walaupun lebih sering nggak-nya. he he he… dan melihat dia online bersama statusnya itu sungguh menyiksa sayah. Saya kangen banget. Tapi berusaha untuk tidak menyapa. it’s killin’ me..

  8. Halooo Za. Thanks ya udah mampir🙂 Tadinya aku kirain cowo, soalnya temenku juga ada yang namanya Za dan cowo. Eh tau2 leyotnya manis dan cantik, pink pula, hehehe.

    Aduh jangan gengsi2an dong udahhh miskol or sms duluan temennya itu, ntar nyesel loh.

  9. “..sudah sewajarnya kaum pria memecahkan permasalahanya dengan berdiam diri, ga mau diganggu..”

    Atau.. ini lagi diselimuti selimut “hargadiri”? jadi males nyapa duluan?

    hihihi. *sotoy*

    salam kenal

  10. dia emang orgnya gitu zaaa.. *Sok tau* hehehe….

    tapi kowe isik duwe aku to.. koncomu sing doyan nyusahin hehehe… trmasuk mengkontaminasi otak lo hehehe,,,, >:D< thx buat bantuan2nya kmaren yaksss za sayang… *hayah*
    tapi tapi tapi…. keqnya masih butuh lo buat muter2 ambas deh😛

  11. pertemanan yang abadi adalah ketika kita telah melewati 3 fasa bersama, SENASIB, TIDUR, dan MELAKUKAN PERJALANAN PANJANG, dan semua dilakukan bersama, kalo untuk tidur jangan diartikan negatif ya….dosa, hehe, tidur bersama artinya bisa aja kan kita tidur di kamar tp saling jauh satu dengan yang laen..hehehe
    dan itu semua ga cukup, tetep hati yang akan berkata, dan seberapa jauh kita memahami sifat “sang Teman”, dan yang lebih penting, seberapa paham kita dengan diri kita ini.
    ga ada parameter kusus buat ngukur kadar pertemanan, waktu dan dunia yang akan menguji kadar pertemanan..Tapi yang pasti..temen bukan robot dan temen bukan sebuah saudara, teman bukan seorang pedagang..
    teman hanyalah seorang teman.

  12. hiks.. hiks… Za, aku pernah merasakan hal sama… dia itu memang KEJJAAAAAM!! <– hayyah, heiyah!! srudag-sruduk enggk tau pemasalahannya juga nie. (waqz!)

    Hei Za, What’s up ?!! somethingwrong?!
    yg kamu ceritain tuh syapa.. ? <– sok-sok bloon lagi
    Tuh khan, kalau kamu enggak jelas kite jadi salah arte, menebak2.

    Tapi masak iya sih za dia segitu angkuh, kekeh, egoizt, mokabadag, kebunbinantang <– Hei somebody stop me!!

    By the way.. “Mawar yg tumbuh sendirian tidak perlu iri pada duri yg tumbuh beramai-ramai” (Rabindanath Tagore)

    za: apa hubungan relevannya ?
    ku: Ga’tau, lha aku baru baca aja tulisan kek gitu…
    za: What’s ?????
    ku: kabuur, eh enggak ding. Pamit yak,sok,lagee. DaZaa!!

  13. diem2an… gengsi utk memulai duluan… pernah jg ngalamin hal yg sama. ternyata hal itu gak bisa nyelesaiin masalah, malah jadi tambah rumit masalahnya🙂

    so, utk sebuah pertemanan, persahabatan, atau apa pun namanya, sifat egois harus dieliminasi🙂

  14. Pingback: snow flower and the secreet fan « .d..i..r..i..k..u..d..i..s..i..n..i.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s