Ibuitu

Seribu satu cara yang digunakan manusia untuk mencari uang, baik yang halal maupun yang gak halal. dengan dalih untuk makan sehari hari. Well…. gak masalah buat yang nyari rejeki secara halal meskipun hanya sebagai tukang semir sepatu ato sebagai tukang parkir ato tukang jualan minuman di bis bis. Saya lebih menghargai itu. *siapa saya ya???*

Bicara bis, saya jadi teringat pada seorang ibu yang menggendong anak *entah anaknya sendiri ato anak yang disewanya*. Kemudian, ibu itu membagikan amplop kepada para penumpang, dan tentu saja juga pada saya. Di salah satu sisi amplop tersebut ada selembar kertas sebesar amplop tersebut bertuliskan sesuatu, yang intinya “minta bantuan untuk biaya hidup”. Saya hanya tersenyum sambil memperhatikan ibuitu, kebetulan saya berada tepat didepannya.

Badannya masih terlihat bugar, sehat wal afiat. Masih bisa-lah seandainya saja ibuitu, ya parah-parahnya nglamar jadi PRT(pembantu rumah tangga) ato BS(Baby Sister). Yaa ya ya…memang gak gampang nyari kerja di jakarta yang penuh intrik *WHATTTT???*.

Saya menunggu apa yang dilakukan ibuitu. Apa? Nothing….

apakah gini cara baru nyari uang???

18 thoughts on “Ibuitu

  1. siapa yang patut disalahkan???
    apa yang membuat orang2 itu berdatangan ke kota yang sering disebut ibukota itu.
    bukan nya dari dulu pemerintah sudah membuat pemahaman kalo hidup di desa lebih nyaman daripada di jakarta yang kejam?? tapi pemerintah sendiri melakukan pembangunan yang tidak adil, dan merata..
    jangan salah kan kalo tiap orang bermimpi, jauh2 bertaruh nyawa dan harta datang ke ibukota mengadu nasib, termasuk kamu, aku dan dia..
    gambaran tentang hidup di kota selalu diidentikan dengan gaya glamour di tv, koran dan majalah
    seolah2 disana adalah surga yang menyediakan mimpi2 indah.
    siapa yang menyangka kalo ternyata begitu sampai di kota keadaan berubah, apa yang di bayangkan tidak seperti yang diimpikan
    masalah urban ini sudah menjadi masalah dimana2.
    apa bedanya ibu itu dengan para preman berdasi yang duduk di mobil merci, berdandan rapi. bawa proposal kesana kemari.
    cuma beda bentuknya aja kan?
    sama sama melakukan intrik.

  2. ada dua kemungkinan. ibu itu emang males, atau dia kepepet ga ada lapangan kerja yg tersedia buat dia hidupin anak2nya dengan layak. ya gak sih, za?

  3. setubuh ma jeng venus!! cuma 2 kemungkinan itu yang rasanya rasional. ga bisa nyalahin siapa2 karena masing2 melakukan kesalahannya sendiri🙂

  4. elo ngeliatin ibu itu dgn tatapan sinis gak?

    well, cara nyari duit kayak gitu udah lama kan? semakin menjadi menjamur krn dibiarin.

  5. iyah mbak… aku juga gak mau kasih ke pengamen ato pengemis yg masih badannya segar bugar ato masih mudah…

    mending kasih orangtua2 ato org yg cacat yang ada di jembatan penyeberangan itu.

  6. Gue agak2 males sama yang minta2 pake amplop. Gue nggak pernah ngasih. Di Bandung juga mulai kayak gitu juga soalnya.

    Gue lebih menghargai sama tukang ngamen yang nyanyinya niat walopun nggak bagus2 amat. At least… they give the best they could. An artist…

    Bener banget sama yang Iman Brotoseno bilang. Musti kreatif buat tinggal di Jakarta. Jakarta keras bung…

  7. Gw paling males tuh ngasih ke yg begituan… palagi kalo dianya yg sambil baca ayat2 AlQuran, memperburuk citra Islam aja

  8. weleeehhh weleeehhh… makin aneh bin ajaib sajah cara orang nyari uang… koq bisa gt sih.. b’syukur kek masih diberi organ tubuh yg lengkap masih bisa kerja jangan ngemis dengan cara itu.. masih banyak kan orang yg ‘cacat fisik’ tapi tetap bekerja keras.. membanting tulang *Masya Allah, dunia ini* smakin aneh :((

  9. wuah dikotabumi ga ada yg minta2 tp byk cah2 cilik jd tukang semir, loper koran, sales:D

    tapi yg paling menyedihkan, disini ga ada yg main sepeda:( huhuhu

  10. Hahahahaha… kreatif, kreatif… ternyata si ibuitu usaha juga… buktinya pake amplop segala. Za… gmana kabarnya??? lama ga jumpa hihihihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s