need changes to become a butterfly

Berapa tetes lagi air mataku kutumpahkan dan berapa lapang lagi dadaku aku rentangkan?

-hanung bramantyo-

dada ini terasa sesak, menghimpit hingga tak ada rongga lagi. setiap tarikan nafas menimbulkan nyeri yang teramat sangat. bibir tak lagi dapat berucap, kepala terasa berat. tetes air mata merefleksikan kepedihan hati ini.

dalam kedipan mata, impian ini akan terwujud. namun terpaan angin semakin kencang meniup lilin yang selama ini menerangi langkahku. membuat sinarnya meredup. sekitar, tak lagi terlihat jelas.

tubuhku sudah letih, jiwaku yang lelah seakan tak sanggup untuk menjaga sinarnya. sempat terpikir, untuk membiarkannya padam. membiarkannya rehat, untuk memulihkan tubuhnya yang habis terbakar. namun, cinta yang kupunya, tak sekejam pikiranku.

cinta. cinta yang kupunya begitu mahal. begitu berat. begitu berarti…akankah aku meninggalkannya begitu saja? aku ingin terus berjalan, berjalan dengan cahaya lilin yang menerangi. Ya Rob, jadikan tempaan ini agar aku menjadi kuat seperti sebuah fase dimana ulat menjadi seekor kupu-kupu yang indah.

…Need changes to become a butterfly…

8 thoughts on “need changes to become a butterfly

  1. Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Ketika pintu lama tertutup dan pintu baru terbuka.Jangan terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang sudah tertutup. Just go ahead now..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s