Sebuah Formalitas

Perusahaan-perusahaan BUMN lagi tebar kesempatan kerja. Kesempatan buat adeksayah yang seorang jobseeker.

Mulai dari BUMN di Cilegon. Adek sayah menjadi 4 besar wilayah Surabaya, tapi dengan sangat nyata, petugasnya memberitahukan “Tunggu panggilan selanjutnya untuk medical tes. Tapi jangan terlalu berharap, karena yang diutamakan adalah peserta tes dari jakarta“. Ucapan petugas itu, memang benar-benar terjadi, meskipun hanya tinggal selangkah lagi, adeksayah tak kunjung mendapatkan panggilan.

Perusahaan Lilin Negara. Seleksi administrasi menyisakan kurang lebih 1000 peserta. Belum lagi yang berguguran saat verifikasi administrasi. Tinggallah 700 orang untuk mengikuti tes pertama, namun gagal di tes kedua.

Perusahaan Makan Negara dan Perusahaan Uang Negara. Dari seleksi administrasi aja sudah ga lolos. Padahal semua persyaratan udah terpenuhi. Dan ini gak membuat sayah heran. Itu hal biasa.

Hah, sayah jadi inget saat sayah masih disibukkan di kantor boongan. Saat itu dapet kesempatan untuk tes internal yang diperuntukkan untuk pihak ketiga dari kantor tersebut. Bukannya senang, saat mendapatkan kesempatan itu, tapi malah menjadi sakit hati. Karena sayah sudah bisa memprediksikan akhirnya. Meskipun ibusayah selalu bilang “sapa tau rejeki kamu disana”.

Well, saya mencoba mengikutinya, mungkin saja memang keberuntungan saya. Seperti biasa, banyak tahapan yang harus dijalani. Tes pertama, berhasil mengantarkan sayah pada tes kedua. Tes kedua berhasil mengantarkan sayah pada tes ketiga. Pada tes ketiga, sayah dan temen-temen yang masih tersisa hanya bisa mengerutkan dahi. “Siapakah mereka? Datang dari wilayah mana?” Jadi banyak sekali wajah wajah asing -yang tidak pernah bertemu di tes tes sebelumnya- muncul dihadapan kami. Padahal, pelaksanaan tes hanya dilakukan di satu tempat di Jakarta.

Dan prediksi sayah ternyata benar, yiiihaaaa…..i’m become a looser…. Sayah, merasa hanya sebagai pemandu sorak pada sebuah formalitas, karena bisa dipastikan yang lolos tes tersebut punya kelebihan, yaitu kelebihan kolega…hahhaha…sedangkan sayah, bukan siapa siapa. Pengumuman dibuat, untuk membentuk opini publik bahwa perusahaan ini membuka lowongan kerja bagi masyarakat luas…

Tapi, kalo dirunut, rata – rata pegawe disana kalo gak anaknya si A, ya cucunya si B, ato iparnya si C. Yah, begitu… masih ada tali tali persaudaraan diantara mereka. Memang ada sih beberapa pegawe yang memang murni mengandalkan otak dan keberuntungannya, tapi ya mungkin 1000000000:1 kesempatannya…😀

Kesempatan berpihak pada sayah untuk tetap duduk manis di perusahaan ini yang sempet membuat sayah bingung. Toh, disini lebih nyaman meskipun tidak sehijau rumput tetangga….

11 thoughts on “Sebuah Formalitas

  1. hmmmmm……….. biasa lah Za, kantor pemerintahan gak ada yang beres sampe hari ini. Investor2 aja pada kabur tuh dari Indonesia. Mangkanya jadi pegawai swasta aja hihihihihi…… Btw, pindah lapak gak bilang2 nih. Pa kabar, post merit udah goal lom nih misi-nya *buat momongan maksudnya hihihihi*

    btw……… tolong yah, gw udah cape denger komen tentang “Keris Patih” beberapa tahun terakhir ini…. ada juga dia yg mirip gw hehehe…..

  2. hmmmm.. jadi waswas niihh *kyknya ntar lagi saya jg bakalan jadi jobseeker😦, mudah2n smuanya lancar, tapi dijalan yg lurus *tanpa harus melewati proses KKN yg bener2 nyata gituuuhh…

    duuhh kapan yaa negara kita bisa terbuka sgala-galanya, klo cari hidup aja susaaahh?? smoga suatu saat…😀

  3. mungkin paradigmanya dirubah tidak harus di kantor negara atau BUMN..
    Banyak fenomena sekarang jajaran direksi dan manajer kantor BUMN justru mencomot orang orang dari perusahaan swasta. jadi memang sistem recruiting mereka tidak selalu benar.
    yang penting sabar dan tetap semangatssssssssss

  4. Fiuh…
    Gue ngalamin kasus yang sama waktu ngelamar di sebuah radio di Bandung.
    Tapi saat itu karena gue masih amat sangat muda (blethak!), gue pun berpikir positif bahwa mungkin mereka ada pas tes-tes sebelumnya tapi datengnya kesiangan, jadi gak ketemu sama gue, hihihi!

  5. hehehehe itu sih dah gak aneh lagi Za. dah 10 th gw kerja, lingkungan kerjanya rata2 masih ada hubungan keluarga atau teman. Kalo orang yg dibawa berkompeten sih gak masalah, kebanyakan orang2 yg dibawa malah pembawa masalah. sabar bu, mending beralih dari BUMN deh

  6. wuahahaahaaa.. ternyata banyak juga yang mengalami hal ini yah…

    emang bikin sakt hati yah za..
    kadang kita kerja di perusahaan ketiga, gak bedanya dengan sapi perah kali yah..

    tapi yasudlah.. sabar ajah dan terima dengan ikhlas sambil cari2 yg lebih baik lagi…🙂

  7. ass

    yo adik e wingi nginep nang omah q, nontok tesse budal jam 6 muleh magrib sakno
    itu pun telung dinane eh salah telung dina tok. denger denger g lolos ngesakke…
    maringe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s