kukis,kenangan masa lalu

Lebaran, tanpa kue kering buatan ibu, rasanya sama seperti habis makan ngga minum. Mungkin karena ibu tidak pernah absen membuatnya di setiap lebaran. Toples-toples berisi nastar, kastangel, putri salju, kukis coklat berbaris rapi di atas meja tamu. Repot memang, tapi seru!

Masih lekat diingatan saya, dimana kami -saya dan kedua adiksaya- sejak kecil harus membantu ibu membuat kue kering. Duduk bersama mengelilingi meja. Bertanggung jawab atas tugas masing-masing. Sebelum memulai, biasanya ibu selalu membagi tugas untuk kami. Αϑα yang kebagian mencetak, ngolesin kuning telor dan yang terakhir ngoven kukisnya. Tapi kami selalu berebut agar bisa mendapat bagian mencetak adonan, karena menurut kami ini adalah tugas yang paling menyenangkan…

Rasanya, sudah lama sekali saya melewatkan masa-masa itu. Tepatnya saat saya harus kuliah di Bandung. Pasti mereka sangat kerepotan saat personel berkurang satu. Namun semua tetap berjalan seperti biasanya. Tidak αϑα yang berubah.

Beberapa hari lalu, secara tiba-tiba saya merindukan masa-masa itu. Rindu kebersamaan saat sibuk dengan kukis-kukis itu. Αϑα cerita, tawa, tangis….

Dan tahun ini, kali pertama saya punya kesempatan membuat kukis sagu keju, resep dari NCC. Lumayan, buat lebaran nanti… Mau? Silahkan mampir ke rumah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s